Kamis, 26 Januari 2017

Modal 20.000 Punya Pelanggan Sampai Manca Negara


Modal 20.000 Punya Pelanggan Sampai Manca Negara
Modal 20.000 Punya Pelanggan Sampai Manca Negara - Terus berkarya itulah yang dilakukan Anastasia dalam menjalani hidup. Meskipun saat itu dirinya disibukkan dengan berbagai rutinitas kerja di kantor, tetapi ia tetap berusaha mencari kepuasan batin dalam dirinya. Kepuasan itu ia rasakan saat melukis diatas kulit manusia atau biasa disebut seni menato. Kini usaha yang modal awalnya Rp20.000 setelah 13 tahun merintis karyanya sudah tersebar hingga luar negeri sebulan ratusan bahkan ribuan tubuh telah dilukisnya.

Perjuangan Anastasia dalam merintis bisnis tidaklah secara instan, Itulah yang membuat dia yakin, usahanya akan jauh dari kebangkrutan meskipun saat ini banyak usaha serupa yang tumbuh subur di ibukota. Perkenalan Anastasia dengan seni lukis tubuh diawali ketika ia yang kala itu bekerja di perusahaan media sebagai customer relationship diperkenalkan oleh seorang tato artis. Merasa tertarik, wanita yang memiliki hobi melakukan pekerjaan di bidang seni ini seperti kerajinan tangan, lalu mencoba mempelajari proses pengerjaan membuat tato.

Saat diperkenalkan tato artis oleh seorang teman saya mencoba melihat proses pembuatan body painting jenis tato temporer secara detail. Ketertarikan saya berawal saat mencorat-coret badan orang ternyata mendapatkan upah. Saat itulah saya mulai memberanikan diri dengan menato teman-teman di sela waktu kerja, tanpa tarif. Respon saat itu cukup baik apalagi setelah itu banyak yang menyarankan untuk dikasih tarif. Melihat ini adalah peluang bisnis, maka saya beranikan diri dan dia menghargai persatu tato. Hasilnya saat itu memang tidak seberapa, cukup untuk makan siang. Kini orang yang mengenalkan pada body painting menjadi suaminya.

Enjoy menjalankan hobinya di bidang seni, sampai-sampai mengorbankan waktu liburnya, rupanya terbayar manis dengan upah yang dia terima saat itu. Anastasia mengaku dengan menjalankan usaha di body painting di paruh waktu, penghasilan yang diperoleh melebihi gaji sebulan full bekerja dari pagi sampai malam. Disela-sela waktu istirahat kantor, ia ke kantor sebelah karena ada konsumen yang minta untuk di tato. Di waktu libur pun demikian, ia mendapat orderan acara ulang tahun anak-anak. Untuk anak-anak tatonya tidak permanen yang lebih dikenal dengan body painting, tidak hanya itu pihak perusahaan pun ternyata memerlukan jasa body painting guna mempromosikan barang dagangannya.

Merasa ini adalah peluang bisnis yang sangat menjanjikan dan pada saat itu kondisi perusahaan tempat Anastasia bekerja bangkrut. Keadaan itu justru memberi kebebasan bagi wanita yang mengaku pernah berkali-kali gulung tikar merintis usaha jasa kuliner sampai MLM. Dan pada akhirnya iapun membuka studio body painting.

Baca juga : Dari Hobby Menjadi Peluang Bisnis Rajutan

Kali ini modal yang dikeluarkan cukup besar yaitu kisaran 25 jutaan. Uang itu ia gunakan untuk menyewa toko dan membeli peralatan pendukung yang minim. Anastasia sadar, bahwa bisnis di bidang jasa sangat memerlukan promosi yang luar biasa. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi ia kemudian melakukan promosi secara maksimal melalui media internet seperti marketplace lalu semakin banyak jalur internet mulai menulis blog, Facebook dan media sosial lainnya.

Tidak hanya itu, guna memperkenalkan hasil goresan tangannya di tubuh, Anastasia acapkali aktif menjadi sponsor acara menggelar lomba body painting, menggelar seminar workshop sampai menjalin kerjasama dengan event organizer, wedding organizer, salon dan kalangan perusahaan.

Guna menghindari komplain dari konsumen terlebih dahulu menanyakan apakah memiliki masalah dengan kulit, jika Iya maka iapun tidak mau melukis Henna. Prinsip Anastasia bukan uang semata melainkan kepuasan dan kenyamanan konsumen di atas segalanya. Dengan Memegang teguh prinsip dalam berbisnis kini para pengguna jasa body painting nya sudah hampir merasa menyebar di kawasan Jabodetabek luar kota hingga luar negeri dengan kisaran harga 20.000- 25.000.000 rupiah sekali melukis. Kalau untuk event ke luar negeri belum pernah, tapi ada beberapa konsumen dari sana yang sengaja datang ke studio kami untuk ditato dia tahu dari internet yang membuat kami senang adalah saat mereka membanggakan hasil tatonya pada teman-teman mereka di sana. Jadi hasil karya tato di Indonesia tidak kalah bagus dengan tato artis di negaranya.

Selama 13 tahun bergelut di bidang lukis tubuh, Anastasia mampu mengembangkan produk  jasanya menjadi 5 bidang yaitu henna untuk pengantin, facepainting dan bodypainting, glitter untuk anak-anak ,nail art dan tato permanen untuk orang dewasa. Disamping itu dia juga menjual alat dan bahan penunjang serta membuka kursus body painting. Banyaknya pilihan produk inilah yang membuat Anastasia mengaku usaha yang ia jalani akan jauh dari kata bangkrut yang berbeda dari usaha sejenis lainnya.

Beliau merintis dari bawah jadi tidak instan jika tato permanen sedang melemah maka iapun keluarkan body painting untuk event atau henna pengantin sedang sepi anastasia akan kencangkan penjualan alat dan bahan penunjang atau untuk event. Anastasia paketkan body painting dengan kreativitas lainnya untuk anak-anak seperti melukis topeng yang merangkai asesoris jadi saling mengisi supaya pemasukan jalan terus dan Anastasia sendiri pernah juga mendapatkan penghargaan kategori womanpreneur dari komunitas wpc.

Itulah cerita dari Anastasia yang hanya modal 20.000 punya pelanggan sampai manca negara yang seorang bodypainting yang terus berjuang untuk menggapai keinginan yang tidak mudah dengan terus mengarungi segala rintangan dan cobaan. Pengalaman ini akan membuka pikiran kita bahwa segalanya butuh usaha dan kerja keras.



Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Dapatkan Artikel Hari Ini

Arsip Blog